Oktober 7, 2026
Geometric color block

(TUBERKITNEWS) Prakiraan cuaca BMKG Jabar untuk Sabtu, 3 Oktober 2026 sempat menyebut potensi hujan ringan hingga sedang di Bandung dan 15 wilayah lain. Namun hingga siang ini, langit Bandung terpantau cerah berawan. Warga pun bertanya, kok bisa meleset?

Baca Juga: BMKG: Waspada! Jabar & Sumut Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat Hari Ini 3 Oktober 2026

BMKG: Peringatan Dini Bukan Vonis Pasti

Prakirawan BMKG menjelaskan, prakiraan cuaca adalah peringatan dini berbasis model atmosfer, bukan kepastian 100%.

Prakiraan cuaca dari BMKG merupakan sebuah prediksi berbasis ilmiah yang mengolah data atmosfer menggunakan model komputer, sehingga memiliki dinamika perubahan dan bukan sebuah kepastian mutlak.

Karena atmosfer bumi sangat kompleks dan cepat berubah, BMKG selalu menekankan pentingnya memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Baca Juga: Pengaruh Asap Serta Limbah Rokok Bagi Alam Dan Lingkungan

Pagi tadi, ada gangguan atmosfer berupa belokan angin dan kelembapan tinggi di selatan Jabar. Itulah yang memicu status siaga. Namun, siang ini dinamika berubah cepat, awan hujan bergeser ke selatan, ke wilayah Sukabumi dan Cianjur.

“Model pagi menunjukkan potensi, tapi pergerakan angin siang ini mendorong awan ke selatan. Bandung akhirnya cerah,” ujar prakirawan BMKG.

Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan Dan Perjalanan Wisata Yang Bertanggung Jawab

Faktanya Bandung Memang Cenderung Cerah Siang Ini

Data lapangan Sabtu siang:

  • Suhu Bandung 26-28°C;
  • Kelembapan 65-70%;
  • Angin timur 10-20 km/jam.

Hujan justru turun di wilayah pegunungan selatan seperti Pangalengan dan Ciwidey sore nanti.

Jadi, apakah BMKG salah? Tidak, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) tidak salah, namun cenderung meleset dalam melakukan prakiraan cuaca, karena prakiraan cuaca bersifat probabilistik (peluang) dan bukan kepastian mutlak.

Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900 Ribu Cair Oktober 2026?. Sekilas Tentang BSU Dan Ini Cara Cek Penerima Resmi Kemnaker

Penyebab Prakiraan Meleset

  • Dinamika Atmosfer: Cuaca adalah sistem yang sangat dinamis dan mudah berubah dalam waktu singkat;
  • Faktor Geografis Indonesia: Sebagai negara kepulauan tropis di garis khatulistiwa dengan lautan yang luas, wilayah Indonesia memiliki kerumitan cuaca yang tinggi;
  • Pergeseran Waktu dan Wilayah: Prediksi hujan bisa benar secara wilayah, tetapi waktu turunnya dapat bergeser lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan;
  • Keterbatasan Faktor Lokal: Perubahan cuaca skala sangat kecil di suatu wilayah terkadang tidak terjangkau sepenuhnya oleh pemodelan matematis.

Baca Juga: Wapres Mengunjungi Anak-Anak Yang Dirawat Akibat Keracunan Makanan Dan Menerima Serta Menanggapi Setiap Aspirasi Masyarakat Kabupaten Karo

BMKG bertugas memberi peringatan agar warga siaga. Lebih baik siaga tapi tidak hujan, daripada tidak siaga tapi kebanjiran.

Tipsnya: Tetap bawa payung kecil di tas, karena potensi hujan sore-malam masih ada hingga 4 Oktober.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *