(TUBERKIT) Joko Widodo menegaskan status keanggotaannya di PSI dan memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) saat berada di Bandung, serta mengingatkan agar kader PSI tidak gentar menghadapi target parliamentary threshold yang tinggi.
Baca Juga: OPINI HUKUM: JIKA DIBIARKAN, PEREDARAN NARKOTIKA BISA MENJADI PERANG KARTEL VS PENEGAK HUKUM
Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menegaskan status keanggotaannya di PSI dan memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) fisik miliknya saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026.
Dalam acara tersebut Joko Widodo, mengatakan bahwa beliau sudah bergabung dengan PSI dan telah sah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Joko Widodo untuk menepis keraguan publik,
Di hadapan ratusan kader, beliau membacakan identitas kartu fisiknya yang terdaftar dengan nama Joko Widodo dan nomor keanggotaan unik, sebagai berikut S337220257777777.
Dalam acara itu, mantan Presiden RI dua periode tersebut, menanggapi tentang wacana kenaikan Parliamentary Threshold atau Ambang Batas Parlemen (yang diisukan naik ke kisaran 5 hingga 8 persen). Joko Widodo mengajak sekaligus mengingatkan para kader agar tidak getar atau cemas dengan kabar kenaikan ambang batas parlemen tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo Menggelar Rapat Di Istana Merdeka: Sekolah Negeri, Dari TK Hingga PTN Akan Gratis
“Berapa pun angka ambang batas parlemen yang diputuskan oleh DPR dan pemerintah nantinya tidak akan menjadi masalah, kunci utamanya adalah seluruh struktur partai harus tetap aktif, hidup, dan bekerja keras di tengah-tengah masyarakat untuk membawa PSI menjadi partai besar.” Tegas beliau pada para kader
Dalam Rakorda PSI Bandung ini turut hadir Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappuasessu.
