“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” – Nelson Mandela
(TUBERKIT) Program Damkarmat Go To School adalah kegiatan edukasi bahaya kebakaran sejak dini yang diadakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta untuk siswa sekolah.
Baca Juga: Perkembangan Ekonomi, Keuangan Terkini, Hingga Harga Emas di Pegadaian
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) terus mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran dari hulu hingga hilir.
Salah satunya dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah melalui kegiatan Go To School.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Edukasi Damkarmat Kota Yogyakarta, Isharyono mengatakan, kegiatan Go To School menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, hingga cara melakukan pemadaman apabila api masih dalam skala kecil.
“Harapan kami khususnya dari Damkarmat, kami memberikan edukasi kepada anak-anak dan ibu guru supaya mengetahui apa penyebab-penyebab kebakaran, bagaimana cara pencegahannya, dan bagaimana cara penanggulangan kebakaran yang sifatnya masih kecil,” jelas Isharyono. (jogjakota.go.id)
Program Go To School dilaksanakan sebanyak 14 kali dalam satu tahun dengan sasaran sekolah dasar (SD) di wilayah Kota Yogyakarta. Sekolah yang belum pernah mendapatkan edukasi menjadi salah satu prioritas Damkarmat.
“Kadang ada juga sekolah yang sudah mengetahui program kami kemudian mengajukan permintaan. Tetapi kami prioritaskan sekolah yang belum pernah mendapatkan edukasi kebakaran,” ungkapnya. (jogjakota.go.id)
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran Damkarmat Kota Yogyakarta, Timur Diliyanto Judho Asmoro menyampaikan, berdasarkan data yang tercatat pada bulan Agustus 2026 terdapat 20 kejadian kebakaran di wilayah Kota Yogyakarta dan tujuh kejadian kebakaran di luar wilayah kota.
Sementara, pada bulan September 2026 juga sudah terjadi kasus kebakaran di tiga lokasi di Kota Yogyakarta.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat adalah kebiasaan membakar sampah yang dapat memicu kebakaran, khususnya ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Penyebab kebakaran itu banyak sekali, ada listrik, menyalakan lilin, membakar sampah, gas atau kebocoran gas, dan macam-macam,” ujarnya. (jogjakota.go.id)
Ia menyebut, kawasan Umbulharjo menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki wilayah yang cukup luas. Pada periode tertentu, petugas menerima sejumlah laporan terkait pembakaran tumpukan sampah maupun ranting yang berpotensi merembet menjadi kebakaran.
“Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Selain itu, apabila terdapat aktivitas pembakaran yang diperbolehkan sesuai ketentuan, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang dapat menyulut kebakaran, ”ungkapnya. (jogjakota.go.id)
Dan pada hari ini, Jumat 18/09/2026, Program Damkarmat Go To School dilaksanakan di sekitaran Alun-alun utara, tepatnya di Sekolah Dasar Keputran Negeri 1 Yogyakarta.
Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut dinilai cukup tinggi. Selain mendapatkan edukasi dan praktik, kegiatan juga dikemas secara menarik sehingga anak-anak dapat belajar mengenai keselamatan kebakaran dengan cara yang menyenangkan.
Selain edukasi untuk siswa SD, Damkarmat Kota Yogyakarta juga memiliki program edukasi kebakaran bagi kelompok bermain, PAUD, dan TK. Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar 36 kali dalam setahun dengan lokasi kegiatan di kantor Damkarmat.
