Oktober 7, 2026
Kabar Ekonomi Dan Bisnis

(TUBERKIT) Kabar ekonomi dan bisnis hari ini diwarnai oleh pergerakan pasar keuangan global dan domestik, termasuk pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta dinamika nilai tukar Rupiah.

Baca Juga: Perkembangan Ekonomi, Keuangan Terkini, Hingga Harga Emas di Pegadaian

Berikut adalah rangkuman berita ekonomi dan bisnis terkini:

  • Nilai tukar Rupiah mendekati level Rp18.000 per USD, yang memicu pandangan dari para ekonom agar Bank Indonesia memperkuat langkah intervensi.
  • Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI Rate Ditahan 5,75%, Ciputra Development: Kabar Baik untuk… BI Rate di level 5,75% di tengah era suku bunga tinggi, yang dinilai sektor properti sebagai sinyal positif untuk menjaga stabilitas.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin 15 usaha Bank di Indonesia. Yang terbaru adalah PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Musyarakah Ummat Indonesia yang berlokasi di Tangerang, Banten.  Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-72/D.03/2026 tanggal 25 September 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia.
  • Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan kembali mencetak rupiah dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur BI Perry Warjiyo.

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan pencetakan ulang tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin bank sentral untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

Menurutnya, penerbitan rupiah dengan tanda tangan pejabat baru dilakukan mengikuti kebutuhan uang kartal serta tahapan pencetakan yang telah ditetapkan BI. (CNN Indonesia)

  • Bank Indonesia (BI) menyoroti kerugian akibat serangan siber di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar US$6,2 miliar atau senilai Rp110,93 triliun (asumsi kurs Rp17.892 per dolar AS) pada 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pesatnya adopsi kecerdasan artifisial (AI) dan otomatisasi turut meningkatkan risiko serangan siber, penyalahgunaan data, penipuan (fraud), hingga penipuan daring (scam).

Baca Juga: Devisa Pariwisata Mencapai 8,43 Miliar Dolar, Menandakan Sektor Pariwisata Menjadi Salah Satu Penggerak Penting Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Pesatnya adopsi AI dan otomatisasi yang sekarang ini terjadi itu juga meningkatkan risiko cyber, penyalahgunaan data, serta fraud dan juga scam,” ujar Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9). (CNN Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *