Foto: ciamiskab.go.id
(TUBERKIT) Kekeringan di Ciamis telah melanda 19 kecamatan yang mencakup 34 desa dan 77 dusun berdasarkan data BPBD Ciamis per September 2026. Pemkab Ciamis menetapkan status siaga darurat kekeringan dari 1 Juli hingga 30 September 2026.
Untuk meminimalisir dampak kekeringan tersebut, melalui aspirasi Dr. Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024–2029, sebanyak 37 unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Senin (21/9/2026).
Bantuan Alsintan tersebut terdiri dari 25 unit pompa air dan 12 unit traktor roda dua, yang diharapkan mampu membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi pertanian, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., mengatakan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (ciamiskab.go.id)
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut bagaimana memastikan proses produksi pangan dapat berjalan secara berkelanjutan, efektif dan efisien.
“Fokus kita adalah ketahanan pangan nasional. Bukan hanya memastikan pangan tersedia, tetapi juga bagaimana produksi pangan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani,” tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah membantu proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan sehingga penyaluran Alsintan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Pendataan dan verifikasi sudah banyak dibantu oleh Bupati Ciamis, sehingga bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat. Mudah-mudahan Alsintan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mampu meningkatkan produksi pertanian secara lebih efektif dan efisien,” katanya.
Bupati berharap bantuan Alsintan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian masyarakat Ciamis.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan dari pola pertanian konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia menuju pertanian yang lebih modern dan mekanis. (ciamiskab.go.id)
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Dr. Hj. Rina Sa’adah terhadap masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di sektor pertanian.
Menurut Bupati, bantuan tersebut bukan kali pertama diberikan melalui aspirasi Rina Sa’adah. Kehadirannya di Kabupaten Ciamis dalam rangka memberikan dukungan bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, telah dilakukan beberapa kali.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan yang diserahterimakan merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan mekanisasi pertanian sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. (ciamiskab.go.id)
Ape berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima sehingga memberikan dampak langsung terhadap efisiensi pengolahan lahan, pengelolaan air, serta peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Ciamis.
Penyaluran Alsintan ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat sektor pertanian serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.
Dalam persoalan kekeringan yang melanda Kabupaten Ciamis. BPBD Ciamis pun turut bekerja sama dengan PDAM dan instansi terkait secara aktif menyalurkan ratusan ribu liter air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.
Begitu juga Polres Ciamis bersama warga membangun fasilitas pipanisasi air bersih sepanjang 300 meter di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, untuk membantu warga yang sumurnya kering total.
