September 19, 2026
pInQJ20SL7xWBg4MmwgPSER9NMxIoRF2vyV7hYck

Foto: Situs Pemerintah Kabupaten Sumedang

Baca Juga: Duduk Perkara Isu Liar Rumah Dinas Wabup Sumedang dan Respons Para Pihak

Kabupaten Sumedang kembali menjadi lokasi dilaksanakannya olahraga dirgantara dunia. Sebanyak 88 pilot dari 13 negara ambil bagian dalam West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 yang resmi dibuka di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Minggu (13/9). (mediaindonesia.com)

Kompetisi paralayang bergengsi tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai 12 hingga 20 September 2026. Para atlet akan melakukan take off dari kawasan Batu Dua dan mendarat (landing) di wilayah Ujung Jaya, tepatnya di Desa Labuan, Kabupaten Sumedang.

Dari total 88 pilot yang berkompetisi, sebanyak 55 pilot merupakan peserta mancanegara, sementara 33 lainnya berasal dari Indonesia. Kehadiran para atlet internasional ini menjadi momentum strategis bagi Sumedang untuk memperkenalkan potensi olahraga dan pariwisatanya ke tingkat dunia.

Kejuaraan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Sumedang, khususnya kawasan Batu Dua dan Waduk Jatigede yang memiliki daya tarik bagi wisata olahraga dan petualangan.

Baca Juga: Tentang Tugas, Program Kerja, Struktur Bakesbangpol Dan Kasus Penyalahgunaan Anggaran Lewat Aliran Dana SPJ Fiktif  di Lingkungan Bakesbangpol Sumedang

Sumedang Menjadi Destinasi Paralayang Dunia

Sumedang telah dikenal secara internasional sebagai salah satu lokasi paralayang terbaik di dunia jauh sebelum pelaksanaan kompetisi tahun 2026.

Kawasan Batudua dinilai memiliki kualitas termal (udara hangat bertekanan untuk mengangkat parasut) terbaik di dunia selain di Brasil, sehingga sangat ideal untuk kategori lintas alam (cross country). (disparbud.jabarprov.go.id)

Berikut adalah garis waktu dan tonggak sejarah kejuaraan paralayang internasional di Sumedang sebelum tahun 2026:

  • West Java Paragliding World Championship 2019 (2–8 Oktober 2019). Ini adalah pertama kalinya Sumedang menggelar kejuaraan tingkat dunia secara besar-besaran. Ajang ini diikuti oleh 80 pilot dari 20 negara dan menjadi batu loncatan utama bagi Sumedang untuk mengukuhkan statusnya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. (antaranews.com)
  • West Java Paragliding Championship 2024 & Pra-Event. Pengembangan dan pembinaan atlet terus berjalan secara konsisten melalui ajang tahunan yang didukung oleh pemerintah daerah dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). (sumedangkab.go.id)
  • West Java Paragliding Championship 2025 (21 September 2025). Setahun sebelum kompetisi 2026, Sumedang menggelar edisi 2025 dengan skala yang lebih besar. Kompetisi ini diikuti oleh 120 pilot dari 18 negara. Rute penerbangannya mencapai hampir 30 kilometer, dimulai dari Batudua (Gunung Lingga) dan melakukan pendaratan di Pusat Pemerintahan Sumedang

Baca Juga: Becak Listrik Resmi Dibagikan Berdasarkan Data Dishub Sumedang Dan Isu Becak Listrik Diperjualbelikan Secara Online Di Cirebon

Ketua FASI Kabupaten Sumedang, Rahmat Juliadi, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan jajaran Forkopimda. Ia berharap ajang ini tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memperkokoh posisi Sumedang sebagai destinasi paralayang dunia. (mediaindonesia.com)

Tanggapan Dan Harapan Bupati Sumedang Terhadap Event WJPJ 2026

Secara garis besar, tanggapan dan harapan beliau berfokus pada kolaborasi tanpa APBD, filosofi kehidupan dari olahraga paralayang, serta efek domino bagi ekonomi daerah.

Tanggapan Bupati Dony Ahmad Munir

Bupati Dony menegaskan bahwa WJPC 2026 adalah bukti nyata kesuksesan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media. Beliau sangat mengapresiasi karena ajang internasional ini berhasil terlaksana sepenuhnya lewat sponsorship tanpa menggunakan dana APBD. (Instagram. donyahmad.munir)

Kehadiran puluhan pilot dari belahan dunia membuktikan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah halangan. Beliau menyatakan, “Hari ini di langit Sumedang berkumpul 13 negara. Ternyata olahraga bisa menyatukan bangsa-bangsa tanpa batas. Saksinya adalah di langit Sumedang.”

Bupati Dony menganalogikan olahraga paralayang dengan kehidupan sehari-hari maupun birokrasi pemerintahan. Menurutnya, olahraga ini mengajarkan tiga hal utama, berani menghadapi tantangan, percaya diri untuk melompat/terbang maju ke depan, serta bijak membaca arah zaman (seperti pilot menyesuaikan strategi dengan arah angin).

Baca Juga: Melalui Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, Yayasan GSN Membagikan 220 Unit Becak Listrik Untuk Pengemudi Becak Lansia Di Kab. Sumedang

Harapan Bupati terhadap WJPC 2026

WJPC diharapkan menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan guna melahirkan bibit-bibit atlet paralayang lokal berprestasi yang mampu bersaing di kancah global.

Kedatangan para atlet, official, dan wisatawan diharapkan membawa dampak ekonomi langsung (multiplier effect) bagi masyarakat Sumedang. Sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga produk-produk UMKM lokal diharapkan ikut laris selama seminggu penuh pelaksanaan acara.

Bupati berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan pesona alam unggulan Sumedang, khususnya keindahan kawasan Batudua dan pesona Waduk Jatigede ke mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *