Oktober 7, 2026
WhatsApp Image 2026-09-23 at 21.03.50

Mahatma Gandhi "Bumi menyediakan hal yang cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia, tetapi bukan untuk keserakahan setiap manusia."

(TUBERKIT) Indonesia beberapa kali dilanda kekeringan dahsyat imbas fenomena iklim yang memicu penurunan curah hujan, El Nino. Sejarah kekeringan terpanjang dan paling parah di Indonesia dipicu oleh fenomena El Niño super kuat (Godzilla El Niño) yang terjadi pada tahun 1997–1998.

Rekam Jejak Kekeringan Ekstrem di Indonesia

Baca Juga: KARHUTLA Di Kabupaten Sumedang, Menjadi Daerah Dengan Jumlah Kejadian Kebakaran Terbanyak Di Provinsi Jawa Barat

Kekeringan panjang jelang-jelang keruntuhan Orde Baru ini melanda sejumlah besar wilayah Indonesia. Bencana ini juga dibarengi dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kebakaran hutan yang melanda sejumlah kawasan di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat itu memang terkait dengan El Nino. Lantaran curah hujan amat minim dan kondisi udara kering, api menjadi mudah tersulut dan merambat serta sulit dikendalikan.

Kemarau panjang ini berlangsung hampir setahun penuh akibat gangguan iklim global, menyebabkan gagal panen massal, krisis air bersih, dan krisis pangan.

Fenomena ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar dalam sejarah Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan, yang menghasilkan kabut asap tebal hingga ke negara tetangga.

Baca Juga: Langkah Raja Juli Sebagai Menteri Kehutanan Dalam Menangani KARHUTLA Dan Perjanjian ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas   

Bencana kekeringan ini memperparah kondisi ekonomi Indonesia yang saat itu juga sedang mengalami krisis moneter. Insiden ini bahkan menjadi perhatian internasional karena RI mengekspor asap ke negara-negara tetangga.

Beberapa daerah di Indonesia pada saat itu tercatat mengalami hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut dengan durasi ekstrem, di antaranya, wilayah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tercatat pernah mengalami masa tanpa hujan hingga 259 hari. Lalu wilayah Buleleng, Bali yang mengalami kekeringan ekstrem hingga 236 hari tanpa hujan.

Fakta Godzilla El Nino 1997-1998 Yang Terparah Dalam Sejarah Modern Indonesia, diantaranya:

  • Suhu permukaan laut Pasifik naik hingga 2-3°C, disebut Godzilla karena kekuatannya luar biasa;
  • Musim kemarau memanjang sampai 8-10 bulan, sawah retak-retak seperti di gambar;
  • 9,7 juta hektar hutan terbakar, kabut asap menyelimuti Sumatra, Kalimantan, bahkan sampai Malaysia & Singapura;
  • Krisis pangan dan air bersih, warga harus berjalan kilometer bawa jerigen seperti di ilustrasi;
  • Puncaknya bersamaan dengan Krisis Moneter 1998.

Peristiwa lain yang setara dengan kekeringan ekstrem pada 1997-1998 adalah pada tahun 2015–2016. Indonesia kembali dihantam fenomena “Godzilla El Niño” susulan yang memicu kekeringan luas serta karhutla hebat, meski dampaknya sedikit di bawah tahun 1997.

Dan pada Tahun 1982–1983, El Niño kuat juga sempat melanda dan membakar jutaan hektar hutan di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Wakil Presiden Mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Kota Palangka Raya, Dan Membawa Bantuan Logistik Medis Dari Jakarta

Wilayah terdampak lainnya yaitu, Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat) selama 120 hari tanpa hujan dan sejumlah daerah di 25 provinsi di Indonesia melaporkan Hari Tanpa Hujan berturut-turut lebih dari 60 hari.

Sebanyak 98 dari 110 Zona Musim (ZOM) di Indonesia yang biasanya berkarakter basah atau hujan sepanjang tahun turut mengalami periode kekeringan.

Baca Juga: Kehadiran Audiensi Lima Tim Mahasiswa Serta Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Diterima Wapres di Istana Wakil Presiden

Dan kabar baiknya adalah BMKG memprediksi kekeringan akan berangsur mereda seiring datangnya awal musim hujan secara bertahap mulai November 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *