Oktober 7, 2026
Presentation3batikk

(TUBERKIT) Indonesia hari ini, Jumat 2 Oktober 2026 memperingati Hari Batik Nasional 2026. Seluruh ASN, pelajar hingga pegawai BUMN kompak mengenakan batik sebagai wujud cinta warisan dunia.

Baca Juga: Ini Ketujuh Kalinya Presiden Prabowo Merombak Kabinet: Guru Besar Komunikasi Politik, Lely Arrianie, Menilai Reshuffle Ketujuh Ini Belum Memenuhi Harapan Masyarakat

Di balik peringatan Hari Batik Nasional, tersimpan catatan sejarah panjang perjuangan bangsa dalam mempertahankan pengakuan dunia internasional terhadap warisan budaya leluhur.

Sekilas Tentang Batik Dan Sejarah Hari Batik Nasional

Batik merupakan seni tradisional yang sarat akan filosofi dan identitas budaya bangsa Indonesia. Sejarah pembuatan batik sendiri sudah mendarah daging sejak zaman kerajaan kuno, seperti Kerajaan Majapahit dan Mataram, di mana motif-motifnya dulu hanya terbatas di lingkungan keraton

Baca Juga: Melalui Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, Yayasan GSN Membagikan 220 Unit Becak Listrik Untuk Pengemudi Becak Lansia Di Kab. Sumedang

Batik telah dianggap oleh masyarakat sebagai ikon budaya penting di Indonesia. Masyarakat Indonesia mengenakan batik sebagai busana kasual dan formal yang dapat digunakan dalam beragam acara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Menggelar Rapat Di Istana Merdeka: Sekolah Negeri, Dari TK Hingga PTN Akan Gratis

Hari Batik Nasional bukan sekadar seremonial. Sejarahnya berawal dari perjuangan panjang Indonesia di kancah dunia.

Batik pertama kali diperkenalkan ke dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat konferensi PBB. Kemudian pada 4 September 2008, pemerintah Indonesia melalui Menko Kesra resmi mendaftarkan batik ke UNESCO di Jakarta.

Puncaknya terjadi pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah, UNESCO resmi menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). (Wikipedia)

Sebagai tindak lanjut, Presiden SBY menerbitkan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Sejak itu setiap 2 Oktober kita rayakan.

Baca Juga: Pertemuan Wakil Presiden Dengan Ruang Aksi Pemimpin Indonesia (RAPI): Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia Timur Dan Pemanfaatan Metode GASING

Pengakuan global ini merupakan prestasi besar bagi diplomasi budaya Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur dan upaya melestarikan warisan berharga tersebut, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 secara resmi menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. (suara.com)

Memperingati Hari Batik Nasional bukan sekadar mengenakan baju batik, melainkan bentuk komitmen nyata kita untuk terus mencintai, merawat, dan menghargai karya perajin lokal agar warisan luhur ini tidak lekang oleh zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *