(TUBERKITCOM) Pabrik perakitan mobil BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat akhirnya diresmikan pada Kamis (3/9). Fasilitas manufaktur ini bakal memenuhi komitmen investasi BYD setelah masuk dalam program insentif dari pemerintah.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri acara peresmian fasilitas produksi pabrik BYD Indonesia (Grand Inauguration of BYD Indonesia Factory) tersebut. Acara persemian itu bertajuk “Building Indonesia, Driving the Future” digelar di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kamis (03/09/2026).
Kehadiran Bupati Subang dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Subang terhadap pengembangan kawasan industri modern dan masuknya investasi strategis di wilayahnya.
Beroperasinya pabrik manufaktur kelas dunia ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan serta perekonomian di Kabupaten Subang.
Sekilas tentang BYD
Pabrik ini dikelola oleh PT BYD Auto Indonesia, diklaim melibatkan 5.000 pekerja lokal dan bisa meningkat jadi lebih dari 20 ribu pekerja lokal bila bekerja dalam kapasitas penuh. Kapasitas maksimal pabrik ini 150 ribu per tahun.
Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. mengatakan pabrik ini sanggup melakukan stamping, welding, painting dan assembly.
“Hari ini sangat penting, peresmian pabrik BYD di Indonesia. Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan,” kata Liu dalam sambutannya.
Liu bilang BYD adalah merek pertama yang berhenti memproduksi kendaraan konvensional bensin dan diesel sejak 2022. Kemudian pada 2025 lalu BYD yang fokus pada New Energy Vehicle sudah menjual 4,6 juta unit di seluruh dunia dah secara total 17,8 juta kendaraan per Agustus 2026.
Acara “Building Indonesia, Driving the Future” Dan Para Pihak Dari Berbagai Unsur Yang Hadir Dalam Acara Persemian BYD
Agenda ini juga dihadiri oleh unsur kementerian, Gubernur Jawa Barat beserta jajaran Forkopimda Jabar, pimpinan KADIN, serta direksi dan manajemen BYD Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Vice President of BYD Co Ltd sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, yang menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas produksi di Indonesia adalah bagian dari perjalanan panjang BYD dalam mengembangkan new energy vehicle (kendaraan energi baru).
Selanjutnya, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Jawa Barat sebagai lokasi fasilitas produksi BYD dinilai sangat tepat karena posisinya sebagai salah satu basis industri manufaktur terkuat di Indonesia.
Peresmian fasilitas produksi tersebut berlangsung di tengah perkembangan positif kendaraan listrik nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan keputusan BYD membangun fasilitas di Jawa Barat merupakan keputusan tepat, sebab pertumbuhan perekonomian provinsi ini dikatakan tinggi, 5,73% year on year.
Baca Juga: Duduk Perkara Isu Liar Rumah Dinas Wabup Sumedang dan Respons Para Pihak
Peresmian fasilitas produksi BYD ini juga dikatakan sebagai momentum penting sebab berlangsung saat penjualan mobil listrik di dalam negeri sedang melonjak. Agus juga menilai peresmian menjadi momentum penting BYD dari penguasa pasar ke penguatan komponen dalam negeri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut hal tersebut sebagai momentum penting dalam membangun ekosistem.
“Hal ini merupakan momentum penting, karena mereka membangun ekosistem,” ujarnya. Menurutnya, satu investasi besar perlu memberikan dampak yang lebih luas dengan mendorong tumbuhnya industri baru di sekitarnya.
Acara dilanjutkan dengan prosesi Grand Inauguration dan penandatanganan prasasti oleh Menteri Perindustrian RI sebagai tanda resmi beroperasinya fasilitas produksi BYD Indonesia. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan peninjauan fasilitas pabrik (facility tour).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, unsur Forkopimda Kabupaten Subang.
Kiranya pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, membawa harapan besar bagi masyarakat terutama dalam hal peningkatan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Masyarakat berharap pabrik ini menyerap belasan ribu tenaga kerja lokal asal Indonesia, dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja mencapai ribuan hingga belasan ribu orang, menggerakkan roda perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, serta memunculkan pusat-pusat ekonomi baru. Dan memberikan Masyarakat akan pengetahuan tentang teknologi otomotif modern, khususnya kendaraan listrik (EV), di wilayah Jawa Barat. Jayalah Indonesia
