Alam memberikan makan siang gratis, namun hanya jika kita dapat mengendalikan keinginan kita. (William Ruckelshaus)
(TUBERKIT) Kementerian Pariwisata menyatakan kontribusi devisa dari sektor pariwisata Indonesia mencapai US$ 8,43 miliar atau sekitar Rp 150 triliun pada semester pertama 2026.
Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan Dan Perjalanan Wisata Yang Bertanggung Jawab
Capaian tersebut menunjukkan pariwisata masih menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara.
“Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai 8,43 miliar dolar AS. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara,” kata Ni Luh di sela kegiatan wisuda Politeknik Pariwisata (Poltepar) Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 19/09/2026. (antaranews.com)
Menurut Ni Luh, capaian devisa pada semester pertama 2026 melanjutkan pertumbuhan positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Pada tahun tersebut, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Perseteruan Antara Juru Parkir Alun-Alun Kidul Jogja Dengan Pihak Pelaku Usaha Food Truck Bolosego
Selain kunjungan wisatawan mancanegara, Indonesia mencatat sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara dan devisa pariwisata sebesar US$ 18,27 miliar sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut merupakan peluang sekaligus amanah bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk terus mengembangkan sektor tersebut secara lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Ni Luh juga menyampaikan, bahwa pengembangan pariwisata masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan,
