"Calo bukan sekadar perantara materi, mereka adalah rayap yang perlahan tapi pasti meruntuhkan fondasi kepercayaan rakyat terhadap hukum dan keadilan."
(TUBERKITNEWS) Apa itu calo? Calo adalah orang yang menjadi perantara dalam mengurus sesuatu dengan imbalan uang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), calo diartikan sebagai makelar atau perantara.
Namun di Indonesia, makna calo sudah bergeser jauh. Calo bukan lagi sekedar perantara, tapi menjadi simbol pungli, jalan pintas ilegal, dan cerminan birokrasi yang bobrok. Inilah kenapa istilah Indonesia Darurat Calo begitu relevan hari ini.
Perbedaan Calo dan Jasa Resmi
Jangan samakan calo dengan biro jasa resmi. Perbedaannya jelas:
Jasa Resmi: Punya izin, tarif jelas, ada kuitansi, proses transparan.
Calo: Tidak punya izin, tarif seenaknya, mengandalkan “orang dalam”, dan seringkali mempersulit proses yang seharusnya mudah agar jasanya laku.
5 Jenis Calo Paling Meresahkan di Indonesia
Baca Juga: Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto Bidik Narkoba dan Debt Collector Ilegal di 100 Hari Pertama
Praktik calo ada di mana-mana. Ini 5 yang paling sering merugikan masyarakat:
1. Calo Tiket
Memborong tiket kereta, konser, hingga pertandingan bola, lalu dijual lagi dengan harga 2-3x lipat. Rakyat yang butuh terpaksa beli mahal.
2. Calo Perizinan (SIM, STNK, Sertifikat Tanah)
Ini yang paling banyak dikeluhkan. Urus SIM katanya harus ikut tes, tapi lewat calo Rp 700 ribu langsung jadi. Urus sertifikat tanah di BPN bisa 6 bulan, lewat calo 2 minggu jadi. Pelayanannya sengaja dibuat sulit.
3. Calo Tenaga Kerja dan Rekrutmen Seragam
Baca Juga: Tentang TUBERKITNEWS
Menjanjikan lolos jadi ASN, polisi, atau kerja di pabrik dengan syarat setor uang Rp 50 juta – Rp 500 juta. Banyak yang sudah bayar, tapi tidak pernah dapat kerja. Ini penipuan berkedok lowongan.
4. Calo Jabatan di Pemerintahan
Fenomena jual beli kursi jabatan. Dari Kepala Desa hingga Kepala Dinas, ada mahar yang harus dibayar. Imbasnya, pejabat yang dilantik fokus balik modal, bukan melayani rakyat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Menggelar Rapat Di Istana Merdeka: Sekolah Negeri, Dari TK Hingga PTN Akan Gratis
5. Calo Kampus dan Pendidikan
Calo kursi kuliah jalur mandiri. Satu kursi di PTN favorit dihargai puluhan juta rupiah. Pendidikan yang harusnya hak, berubah jadi barang lelang.
Kenapa Calo Tidak Pernah Hilang di Indonesia?
Ada 3 akar masalah kenapa calo subur di Indonesia:
Pertama, birokrasi sengaja dibuat rumit. Kalau semua bisa online, jelas, dan ada kepastian waktu, calo akan mati dengan sendirinya.
Kedua, ada oknum orang dalam yang bermain. Calo tidak akan bisa menjanjikan “2 minggu jadi” kalau tidak ada orang dalam yang membantu melancarkan.
Ketiga, tidak ada efek jera. Yang ditangkap biasanya calo kecil di lapangan, bukan aktor besar di belakangnya.
Baca Juga: Untuk Mengurus Perkara Di KPK, Bupati Pemalang Memeras Bawahan Hingga Rp 1,98 Milliar
Dampak Keberadaan Calo Bagi Masyarakat
Dampak calo sangat merugikan: Merusak ekonomi rakyat kecil, menciptakan ketidakadilan, dan yang paling parah, melanggengkan budaya korupsi. Masyarakat jadi apatis dan berpikir “kalau tidak bayar lebih, urusan tidak akan selesai”.
Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Dengan Mekanisme Jalur Mandiri, Dinilai Rawan Penyimpangan Serta Korupsi
Kesimpulan
Calo adalah cerminan dari sistem pelayanan publik yang belum beres. Selama proses masih gelap dan tidak transparan, calo akan selalu ada.
